Part 2: Keindahan Kota Diatas Awan, Genting Highlands

Di part 2 ini akan membahas transisi dari kuala lumpur naik bus ke genting highlands dan menetap disana

Day 4:

Kalau bisa dibilang ini hari paling tiring ya, karena banyak harus menunggu tapi sebanding lah sama experiencenya apalagi saya yang first time. jadi pas bangun pagi, kami dan tetangga sama-sama jalan kaki lebih kurang 300 meter doang dari hotel kami, nah aku makan mie pangsit disana sekitar 40-60 ribuan, lebih enak yang di medan 20 ribuan 😀 but masih okelah.

nah habis itu kami jalan ke mall terdekat katanya masih baru, saya menyebutnya dengan T-Rex.

yang bawah ini kalau kita menghadap kebelakang, itu yang ditengah yg ada kayak tower menyatu itu tempat kami menginap

tempatnya luas sekali. bahkan didalam sempat ada seperti “american bison” kayak hewan bentuknya seperti sapi tapi berbulu lebat, ada tanduknya juga, terlihat nyata sekali, bahkan ada gerak” sampai akhirnya kami menyadari itu hanya patung terletak di toko “Gentle Monster”. sayangnya gak ada lagi fotonya, tpi bisa kok search di internet. dan juga gatau masih ada atau tidak sekarang ini. nah ini lebih kurang tampilan di dalam mall The Exchange TRX


What I Buy?

Karena saya prinsipnya datang ke tempat jauh, sayang kalau gak beli apa-apa, jadi disana saya ajak tetangga ke toko semacam mr.diy, nama tokonya MUJI, nah saya lihat ada semacam papan, saya pikir untuk kayak tempat melukis/menggambar gitu, jadi saya telepon mama saya untuk tanya boleh beli atau gak, walau sempat dingomelin tapi akhirnya diperbolehkan.

Jadi saya tanya ke abang penjaga disana boleh dicoba buka gak, abangnya lgsg buka plastiknya, karena melihat abangnya baik, jadi saya langsung balikkan taruh ke plastik, taruh di bwh yang lain tukar dgn yg baru, lalu lgsg ke kasir, Ehehe, harganya lumayan sih 62 ringgit, atau sekitar 200 ribu untuk satu papan, itu bisa dibuka jadi dua. Itu cutter board, bisa aja sih untuk menggambar/melukis, tapi fungsi utamanya untuk potong kertas


Sehabis dari sana, kami cuman saling tunggu untuk lihat barang, ketika sudah selesai, baru kami balik ke hotel kami untuk berkemas dan tunggu di lobby, sambil menunggu orang yang sudah kita order (semacam jasa bus) sejak sebelum pergi ke malaysia, untuk antar ke Genting Highlands

perjalanannya lama juga 2 jam, di tengah tengah perjalanan itu, kami berhenti ke batu caves, pas itu panasnya minta ampun. saya bahkan coba naik tangganya sama tetangga tapi sampai setengah aja balik, karena orang tua kami asik bilang jangan -_- tapi emang tangganya itu kecil” lumayan mengerikan sih, apalagi panas sekali jadi yasudahlah. habis itu kami balik ke mobil setelah sekitar 30 menit gitu.

Genting Highlands ini pas di perjalanan itu terlihat seperti kota diatas awan, karena emang di ketinggian yang sangat tinggi, dan banyak awan menyelimutinya, bahkan ketika di pesawat bisa nampak genting loh bayangkan. Nah, ketika sudah sampai di Genting Highlands premium outlet dah nampak tuh gondolanya, keren sekali. jalannya juga satu arah yang buat mudah sih, pas naik cuman satu jalur, turun jalurnya beda lagi, jadi gabisa macet.

singkat cerita ini hari lebih lama di tunggu, soalnya di genting highlands itu pas mau ambil kunci kamarnya lama kali ada banyak orang. trus emang kita ada bawa banyak koper juga dari KL jadi ya agak makan waktu. singkat cerita malam pun tiba, nah ini yang aku makan, dan juga didalam genting highlands itu ada juga wahana/taman bermainnya. intinya luas lah, ada taman bermain, gondola, casino, tempat makan, hotel, dll.

nah habis makan mereka semua mau melihat-lihat isi casino, katanya sih super duper luas, saya sendiri tunggu diluar deh karena belum cukup umur, minimal 21 tahun, pas tuh saya 20 tahun 4 bulan, kalau sekarang sih sudah bisa masuk ya, sempat melihat beberapa org nyelonong masuk cuman ya saya emg terlalu baby face :v jadi belum masuk saja sudah ditahan. Jadi saya duduk sendirian di depannya makan kentang sambil tunggu mereka selama sejam.

Lama sih mereka didalam, saya duduk sampe tempatnya tutup baru saya duduk di area luarnya, dan sempat ngobrol sama orang dari turkey yang datang kesana untuk bekerja, teman-temannya masuk, dia juga ketahan sama kayak aku. hehe and then setelah agak lama semua org keluar, kami balik ke kamar hotelnya dan tidur

Day 5:

Di genting cuman hari kedua ini yang enak ya dan mungkin faktor pertama kali juga. jadi habis sarapan, beli donut sih aku, donut pake tepung tuang sendiri itu, 6-8 ringgit, sama makanan lainnya aku lupa, sepertinya gorengan. nah habis itu kami ke lantai duanya, oh ya sekedar informasi, itu kami tinggal di semacam mall + hotel + casino + wahana, semua di satu tempat, dari lantai 5 kalau gk salah itu semua tempat penginapan, bawahnya semua itu kayak mall, ada tempat ke gondola juga. nah di pagi hari setelah makan di lantai 1 nya kami ke lantai 2nya (gatau deh lantai berapa, yang pasti bukan di lantai 1) disana agak kanan ada gondolanya, bahkan ada paketnya yang ada kaca di lantai atau yang biasa aja, kami naik yang biasa aja 18 ringgit/orang. pemberhentian pertama itu ke tempat yang ada patung kwan im besar.

naik gondolanya jujur ngeri sih karena cuman pake kabel gitu diatas ketinggian sekitar 40 lantai gitu, bener-bener tinggi. dan unik ya karena kalau pas di area kwan im itu kalau kami gak turun nanti pintunya akan tertutup lagi sendirinya, nah akan melaju ke tempat pemberhentian berikutnya, (Ada 3 tempat saja, Outlet – Kwan Im – Mall Genting) dan itu kami naiknya bisa sama orang random, intinya setiap kali gondolanya di salah satu area dari 3 diatas itu, pintunya akan terbuka, mau turun boleh gk turun juga gapapa. yg pasti bisa kelewat loh, pintunya cmn buka 15 detik gitu aja harus cepat-cepat.

saya beli permen itu 10 ringgit, ada 4 rasa, semua hehe tpi semua ada rasa susunya.

nah lama juga sih kami berfoto, disana bukan cuman 1 patung aja tapi ada banyak cuman yang besar ada 3, satu patung buddha, satu patung kwan im, satunya lagi kalau gak salah pendirinya. disebelahnya juga kami sering dengar orang bakar petasan gitu. gak saya lampirkan karena petasannya yang dilantai itu bukan yang di langit, lagipula awan/kabut semua hehe.

habis puas disana baru kami sama-sama naik gondola lagi, ke bawahnya, Genting Highlands Premium Outlet, katanya banyak barang Asli yang murah disini, gak murah-murah amat tapi gak mahal juga. cuman peduli apa saya yang masih berhati bocil, saya beli ini saja sebagai gantinya di Outlet

mainannya 8 ringgit, ada beli jajanan lain juga di familymart di outlet, terus kami juga makan di texas, minumannya sesuka hati kami refill terus menerus dan isinya emang asli soda loh, kami minus sampe puas deh.

Saya tahu, lumayan kurang kerjaan foto mapnya tapi yah gapapa hehe supaya kalian bisa membayangkan tempatnya langsung juga. menurutku mapnya detail kok, nah habis itu pas mau pulang kami ke texas lagi, saya tau saya gabakal bisa masuk casinonya jadi saya minta dibelikan texas lgi, itu ada sup ditukar sama nasi gitu sama ayamnya gitu aja +1 soda, nah buat makan malam hehe. jadi malam itu saya stay di kamar hotelnya saja. hotelnya gak enak jujur saja, sempit, tapi okelah karena gak gitu mahal juga, lupa sih tpi antara 300k-500k per malam, ada banyak pilihan yang lebih enak sih but yasudahlah. notes ini udah 2 tahun lalu ya (February 2024). pasti ada banyak perubahan. ini room guidenya, itu golden kalau dibuka kosong, beneran cmn tembok gitu lah trus gada koneksi, dan juga saya gatau kenapa pas saya main hp ortu saya barusan pergi nah hp saya tiba tiba mati, padahal masih 30% hadehh jadi saya bengong” selama 1-2 jam nonton tv, untung ngerti bahasanya itu aku nonton konser singing.

habis itu ortu balik dan tidur. (=゚ ω゚)つ )゚∀゚). and then tidur.

Day 6:

di hari terakhir ini, gak lakukan banyak hal, habis bangun sarapan, habis itu cuman keliling di mall itu saja, foto”, dan ada coba ke lantai paling atas mallnya sih, di area terbuka gitu, dingin sekali, nafas aja berasap, dan jarak pandangnya pendek sekali itu padahal banyak orang loh di dalam kabut awannya.

and yah habis itu siap-siap koper untuk checkout dari hotel dan tunggu busnya datang. saya beli kentangnya sekali lagi, btw kentangnya 5 ringgit, hambar sih, gada rasanya kayak kentang gitu lah haha. untuk kenang-kenangan aja saya cobain lagi karena itu yang menemani saya di hari keempat pas sendirian. habis itu busnya lgsg antar ke bandara. di bandara saya coba jolibee, sambil tunggu pesawat, takut naik pesawat but yasudahlah. makan pun gak tenang haha.

and yah storynya berakhir sampai disini, btw ini semua barang yang saya beli selama di malaysia. dari page ini dan page sebelumnya, ini semua barang yang saya beli:

Thank you sudah membaca hehehe. (´つヮ⊂)

<< Balik ke page ke Kuala Lumpur

Apa Itu Kasekiru? Asal Mula – Tujuan

Pada tahun 2021, saat usia saya 18 tahun (2021), saya mulai membangun website kasekiru ini.

Di masa itu, ada seseorang yang cukup dekat dengan saya sering memanggil saya dengan sebutan “fosil”, menurutnya siapapun yang usianya diatas 17 sudahlah tua.

Julukan tersebut awalnya hanya candaan, tetapi lama-kelamaan justru melekat.

Di saat yang sama, saya juga belum menemukan nama yang benar-benar mewakili diri saya sebagai identitas atau branding personal. Saya mencoba banyak nama, satu per satu, mencocokkan rasa dan maknanya. Namun, sebagian besar sudah digunakan orang lain.

Akhirnya, saya kembali ke kata “fosil”, dan mulai mencarinya dalam bahasa lain.

Di sinilah saya menemukan kata kaseki (化石) dalam bahasa Jepang, yang berarti fosil.

Saya kemudian mempertimbangkan panjang nama. Saat itu, banyak username dan nama brand berada di kisaran 6–8 huruf. Menurut saya, nama tidak harus sangat pendek—asal tidak terlalu panjang dan masih mudah diingat. Dari situlah saya menambahkan satu suku kata, “ru”, sebagai elemen bunyi untuk melengkapi nama tersebut.

Maka lahirlah nama Kasekiru.

Bagi orang Indonesia, nama ini bisa diingat dengan cara membaginya menjadi:

ka ki | se ru

Bukan bermaksud aneh atau dibuat-buat, melainkan sebagai salah satu cara sederhana agar nama ini lebih mudah diingat.

Kasekiru pada akhirnya menjadi ruang bagi saya—tempat menyimpan pemikiran, pengalaman, dan jejak waktu.

Seperti fosil, ia mungkin lahir dari masa lalu, tetapi tetap ada hingga di masa kini.

Kasekiru adalah website personal yang saya buat sebagai tempat menulis, menyimpan ide, dan mencoba hal-hal baru. Sederhananya, ini adalah ruang kecil milik saya sendiri di internet (´∀`).

Tidak ada target besar, tidak ada janji muluk. Website ini dibuat pelan-pelan, mengikuti apa yang sedang saya pelajari dan pikirkan dari saat itu dan masih berlanjut hingga sekarang.

Kenapa Kasekiru Dibuat?

Awalnya, saya cuma ingin punya tempat menulis yang bebas. Tidak dikejar algoritma, tidak harus viral, dan tidak perlu terlihat “sempurna”. Tetapi dapat dilihat oleh banyak orang.

Dari situ, Kasekiru mulai berkembang:

  • dari sekadar halaman tulisan,
  • jadi tempat eksperimen kecil (misalnya belajar SEO),
  • sampai akhirnya punya beberapa fitur sederhana yang sering saya pakai sendiri.

Bisa dibilang, ini adalah catatan perjalanan pribadi yang bisa dibaca orang lain ( ̄▽ ̄).

Apa Saja yang Ada di Kasekiru?

Isi website ini cukup beragam, tapi semuanya punya satu benang merah: dibuat karena kebutuhan dan rasa penasaran.

✍️ Blog & Library

Berisi artikel reflektif, pengalaman pribadi, dan pemikiran ringan. Kadang serius, kadang santai, kadang cuma curhatan yang ditata rapi.

🛠️ Tools Sederhana

Beberapa fitur di Kasekiru saya buat karena kebutuhan pribadi, seperti:

  • OCR untuk membaca teks dari gambar
  • To-Do List untuk mencatat tugas harian
    Tools ini sederhana, tapi saya harap bisa membantu orang lain juga. dan masih ada banyak lainnya.

📁 Portofolio

Kasekiru juga menjadi tempat saya mengumpulkan dan menampilkan karya atau proyek yang pernah saya kerjakan, baik di bidang tulisan maupun hal teknis lainnya. Bagian ini jadi arsip karya dan proyek yang pernah saya kerjakan. Tidak banyak gaya, tapi jujur menunjukkan proses.

Tujuan Kasekiru

Kasekiru tidak punya misi muluk. Tujuan utamanya sederhana:

  • Menjadi ruang belajar dan bereksperimen
  • Menjadi arsip pemikiran dan perjalanan pribadi
  • Berbagi hal kecil yang mungkin bermanfaat bagi orang lain

Saya tidak mengklaim semua konten disini selalu benar atau paling tepat. Sebagian besar adalah hasil pengalaman dan sudut pandang pribadi saya. Isinya juga mungkin belum rapi, tapi semuanya dibuat dengan niat tulus dan rasa ingin berbagi (ง •̀_•́)ง. Anyways, saya juga ada buat satu page versi perpustakaannya lho: https://blog.kasekiru.com/library. Page ini adalah kumpulan semua Artikel di website ini.

Cocok untuk Siapa?

Kasekiru cocok untuk kamu yang:

  • Suka membaca blog personal
  • Tertarik dengan tulisan reflektif, desain unik, dan eksperimen kecil
  • Mencari tools sederhana tanpa ribet (kemungkinan super kecil sih)
  • Atau sekadar ingin mampir dan membaca sesuatu yang ringan
  • Atau yang paling “MUNGKIN” salah tekan? (O o O”)

Dualitas — Filosofi di Balik Nama “Kasekiru“

  1. Makna Terang: Fosil yang ditemukan, dipajang didalam museum, dikenal oleh khalayak ramai.
  2. Makna Gelap: Tidak semua Fosil akan ditemukan, banyak yang masih terkubur.

Masa depan dari personal branding masih panjang, baik no 1 maupun no 2, salah satu akan terjadi, sebagai Main Character (karena cuman bisa melihat dari pov saya sendiri), maka saya hanya bisa mengusahakan yang terbaik.

Penutup

Kasekiru akan terus berubah dan berkembang. Isinya mungkin tidak selalu rapi, tapi semuanya dibuat dengan niat jujur: berbagi, belajar, bertumbuh pelan-pelan, dan tertulis apa adanya. and sementara supaya ada nama yang lebih jelasnya saya pakai ini dlu deh: かせきる hasil terjemahannya juga gak buruk hehe ✌.

Terima kasih sudah mampir ke sini (。•̀ᴗ-)✧.
Semoga ada satu dua hal di sini yang bisa kamu bawa jalan-jalan.

Part 3: Mengeksplorasi Chengdu, Kota Panda Penuh Kenyamanan

Perhatian: Jika kamu scroll sampai paling bawah, total gambar akan memakan 35 mb.

Part ini membahas satu hari di Chongqing(Hari ke tujuh). Kemudian berangkat ke Chengdu menginap dua hari sebelum akhirnya pulang.

Hari ke tujuh (Tujuan: Pasar dan Hongyadong)

Sama seperti hari sebelumnya, kami sarapan mie bersama di tempat yang sama, lalu kami ke pasar di hari ke empat untuk beli oleh-oleh, disini saya pisah jalan sendiri karena mereka lumayan lambat, terakhir saya ada beli satu barang antik yang cair.

Kami pun lebih banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat sambil menunggu yang lain. Kami juga sempat berpisah karena mereka ada yang buka PO dan harus kembali ke pasar yang sebelumnya, jadi kami tidak ikut mereka. Karena Kami masih mau pergi ke tujuan baru/pasar yang lain.

Sebenarnya saya juga cukup pusing karena banyak sekali mall dan pasar di sana mungkin ada kebalik kebalik di ingatan saya, tetapi kalau seingat saya pada sore itu kami ke mall di dekat hari pertama menginap kembali buat makan malam, sebelum akhirnya memutuskan untuk ke Hongyadong.

Setelah selesai makan, baru kami ke Hongyadong, asli ramainya minta ampun, ini buktinya:

Di dalam Hongyadong itu ada 9 atau 11 lantai lupa saya, tapi emang tinggi juga, liftnya juga selalu full, dan didalam banyak sekali toko khusus untuk rias orang. Sehabis dari sana, kami pun balik ke hotel dan istirahat.

Hari ke delapan (Tujuan: Vihara, Chongqing -> Chengdu, 3D)

Kami mencoba untuk lebih cepat bangun supaya sempat pergi ke sebuah vihara dan makan di sekitar sana, sebelum ke stasiun MRT untuk pergi ke Chengdu. Ini view viharanya:

Sebenarnya tempatnya bagus, cuman saya baru sadar di rekaman dan photo banyak orangnya nutupin, dan saya juga gak tampilkan patung karena ketika disana patungnya lumayan sangar, jadi saya gaberani foto hehe.

Setelah itu, kami makan terlebih dahulu, baru kami berkumpul untuk naik MRT lebih kurang 1 jam setengah untuk perjalanan kalau ditambah antri itu lebih kurang 2 jam lebih. Suasana di kota Chengdu asli beda jauh si, dan lebih santai dan gak padat dibanding di Chongqing. Kekurangannya cuman di kotanya gak se-mewah di Chongqing tapi untuk hal lainnya “So Far So Good”.

Keluar dari Stasiun itu kami melihat hampir semua taksi hijau, dan sepanjang perjalan banyak sekali orang naik sepeda. Kami pun naik Taksi itu menuju ke apartemen. Sepanjang perjalanan, ada sangat banyak apartemen tinggi, mirip dengan di Chongqing, Orang-orang di Chengdu juga rata-rata tinggal di apartemen, mungkin karena sangking padatnya penduduk, jadi ketersediaan rumah juga sedikit.

Yang benar-benar buat saya terkejut disini adalah sepeda ada dimana-mana, dan banyak juga yang mengendarainya (tidak saya foto), saya sempat scan sekali sepedanya dan gitu tulisannya, saya gak daftar jadi gak tahu harga aslinya, cuman kalau menurut sumber di google sih cuman 1 – 2 ¥ RMB untuk 15-30 menit tergantung sepeda. Dan itu aku gatau kenapa tulisannya use the car.

Apartemen untuk 2 hari di chengdu ini juga sangat mewah dan luas, benar-benar serasa seperti rumah sendiri, karena ada ruang untuk masak, dan ruang tamu juga. Saya gak tahu harganya tapi dengar-dengar lebih kurang satu jutaan per malam, sedikit lebih murah daripada harga hotel pada hari ke 5-7 di Chongqing. Pada gambar di bawah itu tirainya bisa dibuka full dan nampak view kota, nanti saya lampirkan di bawah.

Jujur untuk makanan saya sedikit lebih suka yang di chengdu soalnya makanan di chongqing sedikit lebih hambar, untuk suasana dan kenyamanan juga lebih suka yang di Chengdu karena sedikit lebih sejuk dan enggak padat seperti di Chongqing.

Banyakan orang yang jualan disini ada unsur pandanya jadi gak heran kenapa disebut sebagai kota Panda. Singkatnya setelah check-in apartement, kami pun keluar lagi untuk cari makan, sekaligus malamnya ke tempat layar 3D yang sangat besar. Oh ya sebelumnya kami sempat beli es krim mixue, rupanya disana harganya cuman 2 ¥ RMB.

Untuk animasinya itu ada beberapa, mungkin 6 atau 7, ditambah beberapa iklan. yang paling banyak ditunggu itu yang teks “Welcome to Chengdu” sih. Untuk satu animasinya itu lebih kurang 30 detik – 1 menit. dan pada pukul 10 lewat 30 menit, orang-orang yang jualan perhiasan/boneka panda pun akan langsung pergi dan juga layar 3D-nya langsung mati. Sehabis dari situ baru kami balik ke apartemen untuk beristirahat.

Hari ke Sembilan (Tujuan: Mencari Panda dan pergi ke Mall)

Jam 6 lewat 30 pagi sudah harus bangun dan siap-siap, pukul 7 sudah harus selesai dan berangkat untuk mencari pergi ke Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Benar-benar ketika pagi antriannya sudah panjang, kami sempat ditahan karena katanya ticket yang kami beli dari Aplikasi blibli kalau gak salah, katanya gak bisa, jadi kami ditahan diluar bentar, cari ke support terdekat disana, beberapa saat baru bisa.

Jadi di ketika di dalam itu jujur agak sedikit kecewa karena banyak pandanya yang masih disembunyikan, mungkin lagi tidur atau waktunya gak tepat, jadi hanya bisa lihat panda yang terletak di paling awal satu doang, lalu setelah keliling jauh nampak red panda juga beberapa. tapi untuk pandanya benar-benar hanya satu yang kelihatan, ada juga mereka buka antrian khusus untuk liat anak panda tapi ketika kami tiba disana sudah ditutup antriannya karena sudah terlalu banyak orang. Jadi lebih ke keliling-keliling hutan disana saja:3

Setelah beberapa jam disana, kami pun keluar dan pergi ke pasar, lumayan unik si karena banyak antik-antik lucu. Habis itu kami naik taksi, ini lumayan aneh si, jadi supir taksinya itu kayak rada-rada bohong, dia antar kami sedikit jadi lebih jauh dari tempat tujuan kami, dia beralasan bahwa jalannya ditutup, padahal pas kami cek ga ada, cuman supirnya ini turunkan kami dijalan, katanya gak usah bayar, tapi tante langsung scan barcode dan kasih tip dulu sebelum kami turun, habis itu baru kami pesan ulang.

Nah tempat tujuan berikutnya ini adalah market yang lumayan terjangkau, beberapa barang-barang disana juga besar dan lucu. ini misalnya:

Selepas dari sana, kami pergi ke restoran hotpot, antriannya sejam juga untuk makan, habis itu malamnya baru pergi ke mall untuk jalan-jalan sebentar sebelum balik apartemen. Mall yang kami kunjungi malam itu banyak yang cosplay anime. Satu-satunya tempat saya lihat cosplayer anime ya disini.

Setelah itu kami pun balik ke apartemen dan beristirahat.

Hari ke sepuluh (Tujuan: Taman, Mall, dan Bandara)

Sekilas perbedaan view di pagi dan malam hari.

Setelah bangun, kami pun barengan pergi ke tempat semacam taman tapi banyak orang jualan makanan juga, seperti food court dalam taman, kami pun makan disana dan duduk santai. Di sana juga ada sebuah tempat dimana orang-orang taruh kertas (Biru = dari laki-laki, Pink = dari Perempuan). Jadi semacam mencari jodoh, mereka memasang kertas itu berikut dengan sedikit keterangan mereka, nomor telepon/social media mereka, dan beberapa keahlian mereka (Rata-rata dari tahun 1970-1999).

Setelah dari sana, kami ke Go Go Ego Mall, banyak loh orang orang douyin mungkin, intinya banyak cewek cantik foto disini, desain mall-nya juga unik, kita bisa naik tanpa harus naik eskalator/elevator karena jalannya mereng ke atas, karena itu juga sudah hari terakhir jadi kami mencoba nikmati sepuasnya tempat itu serta mall-mall disekitaran sana, intinya mall dan toko disana berdekatan semua.

Aku masih ingat juga ada sebuah toko yang mana jual semacam pie, daging, almond, rumput laut, dan makanan ringan lainnya, disana ada dikasih tester per produknya, saya coba satu-satu ada beberapa makan lebih karena enak hehe, selama mereka ada beli jadi mah gak segan 😀 ini fotonya:

Setelah keluar dari sana kami ke mall untuk beli makanan, dan disini benar-benar sangat murah, mereka semacam jual harga grosir, harga minum di toko saja sudah 2 ¥ RMB, tapi didalam cuman 0.8 ¥ RMB, bahkan ada juga jual semacam patung yang sering dilihat di miniso yang harganya 80-100k rupiah, disana cuman 19-25 ¥ RMB mereka juga sertakan harga asli yang dicoret sih, dan harga aslinya yang dicoret juga memang sekitaran 100k – 120k kalau dirupiahkan. intinya kami beli beberapa tapi gabisa banyak karena koper sudah sangat penuh.

Jujur ini toko termurah sih selama aku disana, dan malah letaknya di dalam mall, di tempat ujung yang sulit dijangkau/jarang diketahui orang selain minuman banyak snack juga seperti indomaret/7 eleven gitu.

Setelah dari sana baru kami, kami mampir ke pasar dulu, untuk beli oleh-oleh sekalian aku mau beli boneka hehe.

balik ke apartemen untuk makan malam sekaligus perpisahan, karena beberapa dari mereka ada yang masih 10 hari baru pulang. setelah packaging koper dan makan malam, baru kami bersiap-siap untuk ke bandara, sedih sih karena belum tentu balik lagi, ditambah pas itu saya sedikit takut naik pesawat karena perjalanan 4 jam 30 menit baru sampai itu pun masih transit ke Kuala Lumpur.

Perjalanan ke bandara itu sekitar 2 jam baru sampai, dengan kondisi jalan sepi dan gelap, (itu kami sudah sempat cekcok dengan supir karena masalah harga) terakhir bayar lebih kurang 86 ¥ RMB karena emang jauh dan masuk bandara juga harus bayar. Bandara kami berangkatnya jam 2 lewat 30 menit pagi aku yang sulit tidur + takut naik pesawat sudah pasti begadang setengah ngantuk. Tapi syukurlah bisa balik dengan aman dan lancar hehe.

That’s all my story, Thank you.

<< Balik ke part 2

“Semua orang suka menunda, termasuk saya. Tapi saya percaya meluangkan sedikit waktu setiap harinya untuk membuat sesuatu yang bahkan tidak pernah orang lain lihat/sadari, tetap akan memberi dampak positif untuk kedepannya”

Part 2: Menjelajahi Chongqing, Kota Futuristik Penuh Pesona

Perhatian: Jika kamu scroll sampai paling bawah, total gambar akan memakan 27 mb dan video memakan 11 mb (hanya ketika dijalankan)

Dari hari ke empat hingga ketujuh ini, kami sepenuhnya berada di kota Chongqing sebelum akhirnya kami akan pergi ke Chengdu menggunakan MRT.

Hari ke empat (Tujuan: Perkotaan dan pasar)

Hari Ini merupakan hari terakhir kami dibawakan oleh Tour Guide, tempat pertama tujuan Tour Guide adalah tempat perhiasan/barang antik yang beberapa diantaranya terbuat dari Cinnabar. Karena barang-barang di dalamnya sangat mahal (2-4x lebih tinggi dari harga di luar untuk barang yang sama). Jadi hanya sedikit orang yang beli. Kami juga ada beli gelang (Harganya dihitung per butir pernak-pernik yang kami pilih).

Di bus, kami juga dikasih beberapa makanan kemasan untuk dicoba, lalu setelah beberapa menit kami ditawarkan satu per satu produk yang kami coba, katanya untuk bantu-bantu sebagai pengganti tip. Tapi memang harga yang mereka tawarkan dengan harga luar sama kok, dan emang enak juga makanannya jadi kami beli beberapa.

Setelah itu, kami pun dibawa ke sebuah pasar, pasarnya itu kami harus turun melalui gedung kosong baru sampai ke pasarnya, di pasar ini kami menemukan batu Cinnabar yang serupa dengan toko perhiasan, dan harganya itu jauh 2-4x lipat lebih murah (ada banyak toko, beda toko beda harga). Di pasar ini juga banyak sekali orang kasih tester makanan dan minuman yang mereka jual, benar-benar mereka yang menyodorkan makanan dan orang-orang pada menolaknya.

Sekilas tampilan pasar:

Karena Tour Guide hanya memberi kami waktu 1 jam, tetapi yang ada adalah orang-orang sudah kumpul padahal baru 40 menit, alhasil kami juga harus cepat-cepat balik ke tempat awal. Disini kami juga membahas untuk akan kembali esok/lusa untuk beli oleh-oleh.

Nah, tempat tujuan berikutnya adalah yang paling dinantikan/paling viral di media sosial yaitu:

Kamu tahu tentang Liziba Station? jujur menurut saya kalau hanya untuk berfoto, tempat ini terlalu overrated/berlebihan. Banyak sekali orang numpuk di sana untuk mengambil foto, dan kereta api juga hanya lewat 5 – 15 menit sekali, padahal cuaca di sana super panas. Tapi kalau memang mau naik kereta diatas gedungnya mungkin worth it sih, karena track-nya lumayan panjang dan ada tempat pemberhentian lain.

Kami naik kembali ke bus, dan melanjutkan perjalanan, ternyata hanya membawa kami lebih kurang 20 menit melewati tempat ikonik di sana Hongyadong lalu berhenti di depannya (sekilas memang tidak ada orang di siang hari tapi kalian akan terjekut melihat orangnya di malam, ada pada Hari ke-7). Ternyata Tour kita hanya sampai di sana saja, abang Tour Guide-nya pun bilang ke kami lokasi hotel terakhir dan kami harus pergi ke sana sendiri menggunakan ali express.

Singkat cerita, setelah check-in dan menaruh koper, kami pun lanjut keluar 4 orang dengan ali express, tujuan pertama ini 30 menit dari hotel, gak disangka tempatnya adalah bagian belakang dari hotel penginapan hari pertama. Banyak sekali mall tinggi dan orang jualan, kami cukup terkejut karena rupanya hotel hari pertama itu tidak kalah mewah. Ini viewnya:

Setelah kami makan disana, kami pun lanjut ke tujuan berikutnya, mereka hanya bilang ke mall cuman gak disangka ternyata mall yang dimaksud adalah mall yang cukup viral :3. perjalanan ke sana lebih kurang 30 menit juga. Tapi gak nyesal sih. Ini sekilas tempatnya (kami keliling tempatnya hingga malam):

Lalu kami pun balik ke hotel setelah 3 jam dari sana. Lift di hotel yang ini jujur agak ngeri sih, karena goyang-goyang dan sudah kumuh banget, gak ada pegangan dan lantainya ditimpa pakai busa yang bolong-bolong. Terus pas malam itu abang saya mau keluar lagi, tapi saya lelah dan mau edit video saja, Jadi saya gak ikut. Ketika abang saya keluar, aku sempat bilang nanti panggil nama ya kalau mau masuk.

Beberapa menit setelah mereka keluar, ada suara ketuk pintu 1 kali, saya bingung mereka kok cepat kali balik, tapi saya gak bilang apa-apa dan lanjut edit, ternyata memang gak ketok lagi. Setelah 1 jam baru mereka balik, panggil nama baru aku buka pintu, cuman lucunya mereka bilang gaada ketuk pintu, dan kebetulan kamar sebelah juga ada yang ketuk, bisa jadi ada yang usil atau memang tempatnya agak”, gatau deh lagipula nginap cuman satu hari.

Hari ke lima (Tujuan: perkotaan)

Untuk Hotel hari keempat memang agak seram tapi untuk sarapan-nya malah ini yang terbaik, kami bebas masak roti dan telur, juga ada semacam nasi goreng dan susu tahu. Karena sudah gak ada tour guide jadi kami lebih santai, dan juga sambil menunggu kerabat yang sedang menuju ke tempat kami. Singkatnya setelah mereka datang, kami pun barengan check-in di hotel.

Kali ini bukan hotel pilihan Tour Guide, dan level-nya sangat jauh dari hotel-hotel sebelumnya, yang mana hotel kali ini tingginya 72 lantai, dan juga kami akan menetap di hotel ini hingga hari ke-delapan/pindah ke Chengdu.

Karena saya gak tahu sebutannya maka saya ganti dengan sebutan “tante” saja, jadi tante yang datang dari kota lain pun antar kami ke sebuah mall, jadi abang dan pacar akan dirias untuk foto yang bagus, sedangkan kami yang lain sambil menunggu maka kami ke mall, ini tampilannya:

Koin tangkap bonekanya harganya 1 ¥ RMB/koin, dan satu koin saja sudah cukup untuk tangkap 1 kali, dan capitnya itu semuanya kuat loh, saya gagal kelimanya karena saya coba tangkap patung:3, kalau tante coba tangkap boneka biasa dapat kok.

Setelah mereka selesai rias, kami pun ikut ke sana, tempatnya merupakan sebuah vihara, tapi untuk menuju ke sana jalannya lumayan susah terutama untuk mobil kecil, kami sempat berpikir untuk balik karena jalannya yang sangat rawan tapi beruntung taksinya sangat pro hehe, kami pun tiba dah suruh taksinya untuk tunggu kami dan membayar lebih. ini tempatnya:

Selesai dari sana kami pun balik ke mall awal dan makan disana. Setelah itu kami berpisah, mereka ke hotel, saya ikut abang dan pacarnya ke suatu tempat untuk lihat view kota Chongqing. Lumayan jauh dan mahal tapi viewnya itu gak rugi deh. ini tempatnya:

Setelah duduk selama 2 setengah jam kami pun balik dan beristirahat di hotel. Sekedar informasi, setiap kali naik taksi itu meterannya langsung diset di 9 ¥ RMB, untuk setiap beberapa menit/jarak tertentu maka nanti tambah 1 ¥ RMB.

Sedangkan ali express itu persis grab, dan uniknya karena mereka menggunakan map ciptaan sendiri, di map ada tertulis kapan lampu lalu lintas akan hijau, pas saya bandingkan akurat banget loh. Lalu Setidaknya ali express maupun taksi disini kejar waktu, asli semuanya di 70-110 km/jam. dan hampir semuanya adalah mobil listrik.

Hari ke enam (Tujuan: Pasar dan Perkotaan)

Setelah Sarapan mie bersama, kami pun berangkat ke pasar, untuk beli oleh-oleh, pasar awal ini berbeda dengan pasar yang dikunjungi pada hari keempat (yang gak enak cuman panas sih, tapi tempatnya bagus kok):

Setelah waktu yang lama, kami berkumpul lagi dan membahas untuk pergi ke Kuixinglou (Tempat di mana vibesnya seperti kita sedang diatas gedung padahal di lantai dasar). Ini video di Kuixinglou, harga masuknya gratis:

Setelah selesai foto, dan nikmati keindahannya, kami pun balik ke hotel kami, dan kami juga ke lantai paling atas/lantai 72, kalau gak salah berbayar, mungkin 60 ¥ RMB/Orang. Berikut viewnya (jujur pas diatas kayak sedikit pusing karena emang tinggi kali tempatnya):

Setelah dari sana, kami ke tempat sekitaran hotel kami untuk jalan-jalan sebentar. Jadi karena mereka masih mau bersantai-santai sebentar saya coba balik sendiri dan sempat mampir ke minimarket untuk beli mie. Lalu balik ke kamar bersantai sebentar dan tidur.

Sekedar informasi: Kalau kalian perhatikan liftnya itu nomornya lompat, jadi di hotel ini kalau gak salah ada 8 lift, yang mana 8 lift ini berbeda-beda semua tujuannya. Yang pasti untuk naik ke lantai 72 itu kami harus naik lift khusus untuk ke lantai 47, baru setelah berhenti, naik lagi lift ke lantai 67. Setelah itu baru kita naik tangga ke tempat untuk bayar supaya bisa ke lantai 72.

<< Balik ke part 1 Lanjut ke part 3 >>

“Saya mencoba sebaik mungkin untuk pilih gambar yang benar-benar mencerminkan alur ceritanya, supaya pembaca bisa merasa seperti masuk ke dalam ceritanya”

The Art of Overthinking: Explore Deep Thoughts

Note first that this all question are just random generated by overthinking, and the answer is also generated by overthinking. Each people will have different answer based on their own “Overthinking“. You don’t have to read all, just read the bold one (Question), if it interesting then you can read the dot one (answer), else you can skip it.

You realize that it’s better to go out and create memories while you’re young. Because, those experiences will be far more valuable than having nothing to recount in the future. Is it even true?

  • I acknowledge that those words are not wrong. However, every time you look back at those memories, it can make it difficult to let go of this world. It’s true that we only live once, but having too many memories can become painful eventually.

As humans, when something bad we’ve feared actually happens, we might claim our feelings were accurate or believe we have strong intuition. But is it real? 🤔

  • The reality is, you’ve likely considered almost every possible scenario. For instance, in a competition, you might imagine winning first, second, or third place, or losing. Our mental state fluctuates: if we win, we feel we performed well; if we lose, we assume the other person was better. Therefore, it’s almost inevitable that one of the scenarios you considered will come true.

You might notice that people who express a desire to die often end up living longer than those who fear death. Is that a bug? We might need a patch update! 😣

  • In reality, people usually wish for death only during tough or painful times. This doesn’t necessarily mean they genuinely want to die; Interestingly, introverts who overthink about wish to death, often spend more time at home, where the risk of harm is lower. This might contribute to them living longer, despite their contemplations.

I’m not good at everything, I’m the dumbest person in my place. But is that really true?

  • In reality, people who are retarded, let say in “class”. They will not have time to think that they are the dumbest person, instead they will be confident because they may feel they’re smarter in other fields. Does Elon Musk open a factory when he was baby? in fact it’s all formed from a person’s environment and curiosity. So, if you want to be success, then at least care with your surroundings. Believe me no one is stupid, they just lack of experience.

We pray to god, Atheis pray to what?

  • it is answered by Atheis person in here: https://www.quora.com/What-do-atheists-do-instead-of-pray If you lazy to read, there are vary of answered. if I read it correctly, it was like: if they want something then as Atheis they will just work more harder, and if they hope for something, then they just talk inside themselves like people with religion did, pretty much like:
    people with religion : God, I hope I win this match.
    Atheis : I hope I win this match.

Where does stock/cryptocurrency price come from, if no one want to buy then what happen?

  • Its as simple as if no one want to buy a coin/stock, the price will be 0, what make the price high right now is because people believe, and even if people not believe it, the maker usually have a money to backup, they will pretend to be a buyer of their own stock/coin to make people believe that the demand is a lot, since they hold the stock/crypto coin the most, then they don’t have to afraid to lost their money when ‘set buy’.

Does people overthinking things like you do, does this world even real?

  • When I was young, I used to think that I’m the one who is real people in this world, because when see other people, they tend to keep doing repeating things, and when they got blame or whatever, they will still being numb and keep repeating things, even some people are just the way not creative at all, like they only can use tool that other people made, they cannot make anything new, even its just a word. More weird people = this life is more real to me, but still because I only can see my pov, so I just believe that I’m the one who is real here.

Money or knowledge?

  • Back when I was in senior high school, my brother often told me stories about his friends. Some of them, who were smart and chose jobs with low salaries at the beginning to gain knowledge (around age 20+), eventually did much better financially in the long run (by age 26+). This was in contrast to those who took higher-paying jobs early on but ended up stuck in repetitive roles with no room for growth. These stories really changed my perspective.
  • When I finished high school, my brother asked me if I had to choose, would I prefer “a job with high knowledge growth but low salary“, or “a job with a high salary but repetitive tasks with no growth potential”? I answered that I would choose the “low salary with high knowledge growth“. A month later, I asked my neighbor the same question, and he answered that he would choose the “high salary“. When I asked other friends, they all chose the “high salary” as well, reasoning that knowledge is just a tool to get money, so why keep learning if you can already get a high salary? (In my opinion, this would still depend on the range of money being offered.) Another friend answered more thoughtfully, saying it would depend on what kind of knowledge and how much the salary is, which might be the smartest answer.
  • And you know what? My neighbor, who is younger than me, ended up earning a salary 1.5 times higher than mine after just six months of work, while I had already been working for almost two years at that time. Now, it’s been three years. It’s quite surprising because it feels like we’re getting exactly what we chose. Maybe the knowledge I’ve gained here has been somewhat scattered and mostly through self-learning, but I’m still grateful. My boss, who is also a lecturer, has really given me the space to learn and taught me what he knows. Also, he gave me a very long time to build a website using a programming language that wasn’t taught in my school and college, which also the language I use for my own website. I still curious with the future of course.

Different Time between this Earth and in Heaven. Does the god we pray know that we pray for them?

  • In school, we were taught that time here and time in the afterlife are very different, including the lifespan in both realms. Since elementary school, I had learned this, but I used to doubt it. Then, one day, my high school teacher told a story about a queen from Heaven who accidentally fell asleep in a garden and was born on Earth. The queen was born as an ordinary woman, lived a normal life, had children, and passed away. When she died, she woke up again in the Heaven and wake up late afternoon there.
  • This story made me realize that there was actually a narrative aligning with what my elementary school teacher had taught. However, this raises a new question: if a hundred years here is equivalent to just one day in the Heaven, how could they know that we worship deities there? Logically, it would mean that the date of their birth that we know, might not match the date in the Heaven. Moreover, if one day in the Heaven is equivalent to hundreds of years here, it would mean we are celebrating their birthdays every few minutes.

Things will become sadder as you think and say them.

  • When break up in relationship, those who are likely share everything about him/herself surely will sad because it show you love the person thats why you share everything about you, but if they ‘re actually love you too, when break up it will damage em more, because he know a lot about you, while with or without the person that you don’t know much will not that matter. The only counter is also by you think until you overwhelmed, humans have a saturation point, when you reach that point you will no longer care about anything
  • What I want to say about this sub-topic is when you think you’re going quit something like a game or social media because you re tired with repeating things, then don’t tell your friend about you’re going to quit, sounds cruel but it will hurt less. Imagine when you saw your friend are busy and don’t even reply you, you will assume they re arrogant or something. Annoyed? yes, but if you rethink about it, if they say to you they will not send you something anymore, it will hurt more because keep thinking about it instead of simply just don’t send anything without say.

A Waste If It’s Shown Off, or a Waste If It Isn’t?

Lately, especially on TikTok LIVE, it feels like a lot of women go live hoping to receive gifts, and the viewer counts are rarely low.

  • I watch too, of course. Otherwise, how would I know whether there are a lot of viewers or not? But I usually only stay for a short time to observe and analyze. I’m especially interested when people start sending gifts. I’ll open the shop to see how many coins a gift costs, then check the recharge menu to estimate how much money was actually spent. After that, I try to calculate how much the streamer might receive. Based on various articles I’ve read, the conversion is often roughly 1:3. For example, if we send a gift worth $3, the person receiving it might only get around $1. The platform’s cut is really that big.
  • Alright, back to the main topic. In the comments, you often see a lot of guys, let’s call them “creepy or pervy,” and they’ll send gifts, often hundreds of coins, to ask the person on live to do certain things. On the other hand, many people see it like this: “She’s pretty. What a shame to put her out there and expose her aib,” meaning something shameful or too private. That’s what I mean by the title this time. There’s a common belief that beauty should only be shown to people who are mahram, like family members or a husband. I agree with that. But at the same time, there are many things people don’t see. There are beautiful people who still don’t earn enough to live, people who don’t have a partner, and people who die because they’re poor. Sometimes it makes me wonder about this world. Should we prioritize survival, or the taboos we’re told not to break?
  • So which matters more: protecting your dignity and privacy, or prioritizing survival first because we’re still human? Just as an extra note, nothing in this world is instant. If you’re still an ordinary person, no matter how pretty you are, if people come in and see fewer than 10 viewers, they’ll leave very quickly. Or even more basic than that, if you just made a new account, you can’t even go live to receive gifts yet. And even if you post very attractive photos or videos, that still doesn’t guarantee anyone will watch, because the algorithm can be harsh on new users. So no matter how beautiful you are, when starting from zero, many people give up early before they get anything at all.
  • Anyway, I don’t think this topic has a single right answer. I also won’t take sides, because I believe everyone has their own reasons for doing what they do.

sebuah permainan yang kalau kalah kita tidak bisa ulangi lagi,

gimana rasanya ketika kamu bermain sebuah game, lalu kamu melihat kembali winratemu itu sangat jelek, atau kamu lihat

Part 1: Menyusuri Chongqing, Kota Futuristik di Pegunungan

Perhatian: Jika kamu scroll sampai paling bawah, total gambar akan memakan 24 mb dan video memakan 5 + 13 mb (hanya ketika dijalankan)

Sebenarnya banyak yang ingin saya share, tetapi perjalanan 10 hari di kota Chongqing (part 1-2) dan Chengdu (di part 3) akan sangat panjang jika diceritakan semuanya. Jadi saya coba ringkas seluruh perjalanan dan tempat-tempatnya dalam blog ini (Lebih banyak gambar). Ngomong-ngomong kalau buka dari desktop/tablet lebih bagus tampilannya ✌.

Hari pertama Kedatangan di kota Chongqing

Kedatangan pertama, ketika sampai di Bandara International Jiangbei Chongqing, itu pemeriksaannya ketat sekali, saya bahkan di PCR karena suhu tubuh yang tinggi. Di dalam bandara itu juga dipenuhi sticker dilarang memotret. Pemeriksaan passport disini juga sangat ketat, bisa dilihat pada foto antriannya yang panjang.

Hal unik pertama yang saya lihat adalah warna taksi disini kuning semua. Ketika baru keluar dari area bandara muncul banyak orang-orang yang berpakaian biasa dan meneriaki tawaran untuk naik taksi mereka, nada bicara mereka juga benar-benar seperti orang lagi marah.

Beruntungnya kami beli paket tour dan supirnya baik, mau memaksa untuk masukkan koper kami yg sangat banyak ke bagasi mobilnya. Dalam perjalanan, banyak sekali bangunan tinggi dan jembatan-jembatan besar. Karena blur saat saya foto/videoin jadi saya tidak lampirkan di atas.

Saat sampai di hotel, ada robot unik yang mana liftnya akan otomatis berhenti di tempat tujuan robot. Malam itu, kami menyempatkan diri untuk keluar sebentar, meskipun sudah pukul 12 malam tapi kondisi di jalan masih ramai. Kejadian lucunya kami beli jajan tapi lupa bayar dan penjualnya juga gak bilang apa-apa, setelah jalan beberapa meter baru sadar, terus balik lagi untuk bayar.

Info Singkat Tour Guide:

Setiap hari harus cepat-cepat sarapan, karena pukul 8 – 9 harus berangkat lagi (untuk jam berangkat, mereka infokan satu hari sebelumnya). Koper juga harus diangkut semua karena hotelnya 1 hari – 1 hari saja. Hotel tersebut sudah termasuk ke dalam paket tour (hotelnya random).

Harga untuk kami berempat sekitar 7 juta rupiah untuk 4 hari – 4 malam, setiap hari dikasih 2 kamar. Untuk makan siang dan sore, mereka bawa ke restoran setiap harinya, mereka yang pesan menu dan mereka yang bayar. Kadang-kadang mereka membawa ke toko untuk suruh kita belanja (Setidaknya tidak ada pemaksaan).

Hari ke dua (Tujuan: Pergunungan)

Jadi benar-benar sulit sekali untuk tidur di hari pertama, terlebih lagi saya takut juga karena gabisa bahasa mandarin (mereka disana gak ada yang bisa ngomong bahasa inggris, termasuk orang di bandara). Namun, tempat tujuan kedua ini benar-benar gak bisa terlupakan karena keunikan alamnya.

Pertama setelah perjalanan 2 jam di bus, kami diberhentikan di sebuah toko minimarket dahulu bagi yang mau buang air kecil, namun di dalam lumayan jorok apalagi ditambah hujan jadi semua lantainya basah (tidak kelihatan di gambar). Di sini, saya beli satu mainan buat kenang-kenangan harganya 10 ¥ RMB.

Selanjutnya, bus membawa kami ke restoran tempat makan karena sudah siang, lalu untuk pertama kalinya saya lihat orang-orang jualan itu mereka kasih tester, baik sekali hehe dan kami juga ada beli sedikit dan kebetulan enak juga. Setelah itu, baru kita naik bus lagi ke tempat tujuan yang sudah dekat. Ini di area pergunungan jadi sejuk dan enak:

Setelah makan dan beristirahat sebentar, kami langsung menuju ke tujuan utama, jadi biaya pintu masuk ke tempat tujuan itu sudah ditanggung semua oleh tour guidenya. Ketika sudah masuk ke dalam, kami diberhentikan di suatu tempat, banyak yang antri, dan kami juga disuruh ikutan, sebab kita harus naik bus berbentuk kereta (bukan kereta api, itu pakai roda biasa dan dikemudikan oleh supir).

Jadi kami diantar oleh bus kereta api itu sampai ke tempat pertama, sekilas tempat pertamanya hanyalah tempat yang sangat luas, banyak opini orang yang bilang bahwa di tempat lain juga ada, jadi mereka kurang menikmati tempat ini. Tetapi, tetap saja saya suka tempat ini karena unsur kebebasannya.

Di dalam juga ada banyak kambing, kita bebas kasih mereka makan/sentuh mereka, gaada yang jaga. Di dalam juga ada beberapa toko makanan dan minuman serta barang antik. Jadi kami ditinggal disana dan disuruh harus kumpul di tempat awal bus kereta api itu berhenti 1 jam kemudian.

Setelah satu jam, kami balik ke tempat awal dan naik bus kereta api itu kembali, setelah lebih kurang 30 menit, kami pun sampai di sebuah pasar, dan bus kami sudah menunggu kami disana. Kami dikasih waktu untuk membeli sesuatu (kami beli jas hujan), lalu kami naik bus tour guide kembali, nah disini kita pun sampai di suatu tempat dan disuruh antri kembali, berikut foto pasar dan tempat antri:

Berikutnya ini baru tempat luar biasa, kami akan naik sebuah lift untuk turun (lebih kurang 20-an lantai). Sesampai dibawah, ini merupakan goa yang sangat besar, namanya Wulong Karst National Park: Natural Three Bridges. Di dalam juga ada jasa angkat jika kita merasa capek/tak sanggup, nanti kita naik sebuah tandu tapi ada tempat duduknya, dan diangkat dua orang. Kami gak tahu harganya karena gak naik, tapi mungkin antara 200-500 ¥ RMB/orang. Kalau biaya untuk masuk Wulong Karst ini kami gak dikasih tahu karena tour guide yang bayarin.

Coba kamu buka jempol tangan kiri kamu dan bandingkan dengan gambar.

Kalau dilihat langsung sebenarnya terkesan normal saja, tapi kalau dari kamera ditambah turunin sedikit brightness jadi lumayan estetik.

Ini sudah mendekati akhir dari Wulong Karst, yang notabene kami baru tiba di tempat ini setelah lebih kurang 1 jam 30 menit berjalan (sambil foto ya, bukan langsung lari ke ujung).

Bahkan untuk keluar dari gua itu kami harus naik 1x mini bus untuk naik keatas, harga per orang antara 13 atau 20 ¥ RMB (Saya lupa). Kalau gamau keluar uang, kita harus jalan dan naik tangga lagi untuk naik keatas yang jaraknya ± 1 kilometer.

Setelah sampai di atas, mereka (Bus tour guide) lalu membawa kami ke hotel untuk makan malam sekaligus beristirahat hingga besok pagi jam 8 baru kumpul kembali. Namun di hari kedua ini, suasananya agak sepi karena ini di daerah pergunungan (sangat jauh dari kota), prinsip kami adalah supaya gada waktu yang terbuang, jadi kami keluar untuk jalan-jalan dan beginilah tempatnya:

Tempat penginapan hari ke dua ini ada kaca menghadap keluar, karena diluar gelap jadi agak seram, tapi tetap saja hari kedua ini malah paling mudah tidur di antara semuanya.

Hari ke tiga (Tema: Pergunungan dan Kota)

Tempat tujuan pertama hari ketiga ini gak jauh dari tempat kami tinggal, hanya kisaran 30 menit dan lebih kurang tempatnya seperti ini:

Sebenarnya mereka ada cerita-cerita tentang sejarahnya, namun semua dalam bahasa mandarin jadi saya gak ngerti, saya sempat bertanya-tanya dan singkatnya yang saya tahu adalah cewek yang pakai sisir itu artinya mereka sudah menikah, lalu tempat ini dulu sangat susah dijangkau jadi orang lokal harus bertahan hidup tanpa bantuan dari luar, termasuk juga mereka produksi perak dalam skala besar di sini.

Di dalam gedung pada video di atas (detik 10), itu ada semacam toko perhiasan yang semuanya terbuat dari perak, harganya berkisar dari 499 – 8888 ¥ RMB. ada gelas, gelang, hingga kalung. Intinya semua terbuat dari bahan perak. dan kami dilarang foto didalam atau bisa kena tangkap. (Just For Info: Semua barang yang saya lihat di dalam, saya tidak pernah melihatnya lagi di pasar lain diluar, mungkin karena itu mereka gamau gambarnya tersebar supaya mereka satu-satunya yang menjual desain tersebut).

Setelah dari sana, kami langsung dibawa ke pusat kota Chongqing, lebih kurang 3 jam perjalanan menggunakan bus (sekedar informasi: banyak bukit dan gunung disana dibolongin untuk dijadikan terowongan untuk mobil lewat, lebih kurang ada 20-an gitu yang kami lewati). Ketika di kota, kami dibawa untuk naik kapal, kalau gak salah itu di Sungai Yangtze, airnya akan naik/turun sesuai dengan musim. Satu kali naik kapal itu per orang lebih kurang 500 ¥ RMB. Sepanjang di kapal, kapalnya gak kerasa goyang sama sekali. dan saya sempat mengambil beberapa foto kota dan jembatan dari atas kapal:

Setelah lebih kurang 45 menit, kapal pun putar balik dan menuju ke tempat awal. Setelah balik, kita ikuti lagi orang bus ke tempat restoran tempat makan, lalu menginap disekitaran sana. jujur ini hotel termewah yang dikasih tour guide sih. (ini adalah malam terakhir untuk orang-orang yang ikut tour, namun khusus kami, kami pesan hotelnya hingga malam keempat).

Ini lebih kurang tampilan hotelnya, lucunya untuk kamar mandi ditutup pakai tirai tarik, yang mana tirainya itu diatur dari luar bukan dari dalam kamar mandi:

Lalu ketika malam, seperti biasa, kami sempatkan keluar untuk jalan-jalan, Saya beli daging berbentuk kentang ini, enak bangettt. yang jual juga sangat baik, dan lucu, kami karena gatau rasa-rasa dari bumbu mereka, jadi kami tanya dan karena mereka juga bingung cara menjawab, mereka kasih kami cium aromanya satu per satu, hahaha. harganya itu 9.9 ¥ RMB, terus coba lihat nengo mixue di sebelah, mereka macam jualan plastik, plastiknya banyak sekali 😭, ini fotonya sekaligus dengan tempat-tempat yang kami singgah:

Dan juga saya menyadari bahwa hampir semua yang jualan adalah perempuan, sangat jarang melihat laki-laki yang berjualan/menjaga toko.

Lanjut Ke Part Kedua >>

“Memori adalah pedang bermata dua, kamu mungkin akan bangga atas semua hal yang sudah pernah kamu lakukan, atau kamu akan sedih karena semuanya tidak bisa terulang kembali”

Part 1: Keindahan Kota Kuala Lumpur

Jika Anda berencana berlibur di Malaysia, khususnya di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, dan titik tertinggi di Malaysia, Genting Highlands, maka jangan lewatkan blog ini!

Saya Lampirkan aja Proses take off dari Bandara Kualanamu (KNO) hehe tapi kalian boleh skip saja videonya, kalau gak di load = gak makan kuota kok! ini pertama kalinya saya naik pesawat di usia 20, terakhir kali naik itu pas masih baru kelas 1/2 SD. and yah perasaan takut pasti tinggi, apalagi perasaan aneh, masa benda seberat ini bisa terbang, cuman somehow berani untuk take video hahaha, malah ada video pas diudara dan pas landing juga cuman kebanyakan untuk di taruh disini

Saya akan mulai kisahnya dari kedatangan (tiba), pertama-tama jika kalian menggunakan pesawat Air Asia, maka kalian pasti akan berhenti di KLIA 2 (Khusus Air Asia, mungkin aja ada yang lain tapi pas aku tiba full cuman Air Asia) kalau naiknya bukan Air Asia, apapun yang lain akan Berhenti di KLIA 1.

Cukup terkejut sih karena banyaknya orang, terus bandaranya itu macam mall, banyak jualan, cuman ya namanya bandara pasti pada mahal ya, kami cuman makan siang disana satu piring nasi dan ayam harganya bisa 60-80 ribu rupiah, sama satu milo 20 ribuan.

karena first time setelah aku puluhan tahun gak naik pesawat ya pasti enjoy the moment lah ya, di tempat makan itu juga ada kaca, yang bisa lihat langsung pesawat take-off atau mendarat. seru la (。˃ ᵕ ˂ )⸝ ini beberapa angle dari dalam bandara:

singkat cerita kami (saya, papa, mama, dan tetangga) habis dari bandara kami keluar, nah disitu ada bus yang sangat tepat waktu, kalau disana tulis perbehentian bus selanjutnya 8.30 maka nanti 8.29 masih gk nampak busnya 8.30 tiba tiba nampak.

Busnya boleh dinaikkin siapapun, kopernya pegang sendiri lah ya atau taruh di dekat pintu, anyways ini bus kalau gk salah 2 tujuan aja, dan gratis. jadi dari KLIA 1 -> KLIA 2 -> Mitsui Outlet. Intinya perbehentian terakhirnya Outlet lah, macam kayak sebuah tempat yang ada banyak toko jualan variasi barang gitu. dan perjalanannya juga bentar aja naik bus, kami pun berhenti di outlet dan nengo-nengo sebentar.

Tempatnya cuman 2 lantai, tapi luasnya minta ampun, untuk jalan ke ujung kiri sampai ke ujung kanan bisa 15 menit walau jalan non-stop. anyways ada satu tempat untuk taruh sticky note, lucu hehe, dan ini ada aku foto map nya:

Mapnya cuman Ground Floor dan First Floor, Firstnya keknya aku gk usah taruh lagi lah ya, lebih kurang sama kok dengan yg Ground Floor. nah kami disana lama juga 2 jam gitu mungkin atau lebih, terus hujan kami tunggu bentar lalu pesan maxim kalau gk salah, atau grab ke kota, Jauh juga jarak dari Bandara ke Kuala Lumpur. 1-2 jam gitu dan sepanjang jalan banyak jalan tol, jalan tolnya singkat” dan ya biasa lah 2-3 ringgit sekali kena, tapi banyak tolnya, kami kena 70-120 ribu gitu aku lupa. Hp aku mati di tengah jalan tapi perjalanannya itu banyak views kota, kayak gedung” tinggi itu banyak sekali sepanjang perjalanan. banyak juga mall besar. singkat cerita kami sampai di hotel Sleeping Lion, lantai 34 ya gtw deh intinya tinggi hampir di yang atas” nya kalau gk salah mamaku bilang itu 750k per malam, kurs waktu itu 3250 rupiah/1 Ringgit. sekarang harusnya dah 900k per malam

nah itu aja untuk day 1. kami cuman keluar ke alor street food untuk makan trus balik dan tidur, susah tidur padahal tptnya enak hahaha

Day 2:

Kami habis mandi (aku suka mandinya karna pake shower bisa panas juga hehe ada cermin dan byk sabun/shampoonya juga) nah kami langsung turun ke lantai paling bwh, sambil tunggu tetangga (di indonesia tetangga di malaysia juga ruangannya tetanggaan) ini viewnya:

kalau gk salah ada beli gorengan juga. itu tempat makannya di pinggiran, kalau kamu liat gambar view pertama diatas nah itu tinggal jalan lurus ke yang ada tanjakan, belok kiri, itu tempat kami makan martabak diatas. aku lupa harganya tpi mungkin 5-10 ringgit? untuk martabaknya. lupa sudah tpi makan pagi itu saja sudah sampai ±100 ribu rupiah.

nah habis itu jangan sepele, itu tinggal jalan lagi terus aja lalu hadap kanan, kamu di gambar atas itu kan lihat ada gedung kotak tinggi kan, nah di kanannya ada view seperti dibawah:

Yess pavilion disampingnya doang, ada banyak gedung besar (Hotel, dan Mall), jadi kami ke satu satu tempat disana deh, kayaknya gak beli apa apa karena emang mahal, semua barang branded di dalam.

umm habis kami putar putar di dalam kami pun pengen ke Iconnya Kuala Lumpur, yaitu twin tower. di petronas, Surya KLCC. itu kami naik bus, pertama-tama sebenarnya ingin naik grab/maxim tapi harganya bisa sampe 60 ribuan per mobil dan butuh 3 mobil gitu, jadi kebetulan mereka tiba tiba bilang bisa pake bus, jadi kami naik bus aja, super jauh lebih murah, 1 Ringgit aja per orang. nah disitulah kami tiba di Surya KLCC eheheheh

jadi surya KLCC itu kayak mall, dan terhubung ke twin towernya, twin towernya itu mungkin macam tempat kerja/kantor? gatau deh tapi itu untuk kesana ada pengawasnya/pengecek jadi ga sembarang orang bisa masuk. jadi kami hanya jalan jalan di mallnya saja.

nah aku masih ingat di dalam surya KLCC itu aku ada beli satu kue 29/32 ringgit, intinya 100ribuan lah untuk cake yang kecil banget hahaha

Lepas tuh, berpisah, yang cewek” termasuk mama, ke pasar di tempat lain untuk beli oleh-oleh gitu (aku lupa nama pasarnya tapi aku sepanjang di KL tidak kesana sih). aku sama tetanggaku ke Aquarium karena aku belum pernah lihat, kalau yang bapak” (papa saya dan papa tetangga saya) cuman keliling” di KLCC itu sambil tunggu kami berdua di aquarium. Aquariumnya terletak dibawahnya saja, jadi kami di surya KLCC di lantai paling bawah ada satu tempat, kami jalan terus lumayan panjang nah nanti sampai di tempat aquariumnya per orang antara 50-75 ringgit pas itu, kami piginya pas weekday jadi lebih murah. teman saya ini sudah pernah pigi sih, dia cuman temani aku saja. >.<

ini view didalamnya:

yang diatas itu bagian luarnya doang, nah ini pas mulai masuk sedikit:

ini pas masuk 2/5 lah dari tempatnya, sebenarnya banyak sih, aquarium” terpisahnya, bahkan ada belut listrik yang lumayan besar macam ukuran balita, ada otter (Menurutku tempat untuk otter ini sangat banyak makan tempat haha, lumayan luas dan ditengah”, dan ada banyak hewan amfibi lainnya tapi mayoritas memang ikan sih, ada juga kayak kodok, belalang, ulat gitu la tapi untungnya semua di aquairum kalau gak merinding:v apalagi tempatnya itu gelap cuman aquariumnya aja yang bercahaya. dan sudut” saja.

berhubung hp saya rusak jadi gambarnya banyak yang gak sempat saya backup dulu, kiranya aman-aman saja ternyata tidak, jadi saya langsung skip ke bagian di tengah aquarium, ada ini:

ini foto dari gallery teman saya yang sama sama ke aquarium. nah di area belakang temanku itu ada satu aquarium yang lumayan besar, ini videonya:

nah habis itu jalan jalan lagi di tempat yang ada kaca hiunya, sebenarnya sebelum masuk saya kira itu hiunya kayak kita berjalan di tempat full kaca ternyata tidak, yang kita injak tetap lantai biasa (ada satu macam kayak eskalator lurus gitu, jadi kita diam aja, jalan sendiri, disamping ada kayak tembok sampai di lutut baru sisanya keatas semua kaca, tetap cool sih.

aku kira ikan hiunya super big kayak mobil gitu, tapi lebih ke kayak ukuran pria dewasa, cukup mengerikan pastinya tpi gk sampe merinding hehe, ikan pari malah sama besarnya dengan hiu disini. dan dibarengi hewan” kecil. nah habis itu baru udah mendekati pintu keluar, habis dari tempat hiu ini itu udah kayak tempat yang lebih relax ya, tpi ada kayak fossil” mereka juga tpi mayoritas hewan seperti ubur” atau yang unik lainnya tpi kecil

Untungnya sudah sampai ujung ya, baru saya ditelepon papa saya tanya sudah siap belum, lalu kami berjumpa 4 orang (papa saya dan papa teman saya) lalu kami berdua. nah pas kami keluar dah gerimis tuh, tetangga saya sambil pesan grab buat balik, agak lucu sih karena kami labil, nengo bus lewat kami awalnya mau bus aja, bolak balik sampe 3 bus lewat karena beda tujuan, terakhir hujan dah lumayan deras akhirnya pesan grab ke hotel kami. lalu kami beristirahat sejenak, lumayan lama sih sampe 2/3 jam juga istirahat, saya mandi sampe 45 menit gitu baru makan sedang papa saya tidur. ini yang saya makan:

mantap kan cake 100 ribuannya jadi gitu ʕ´つヮ⊂ʔ. itu view saat saya makan, enak kok hahaha. karena sudah malam, mama kami + saudara dan kerabatnya gak kunjung balik, jadi kami berempat ke lantai paling bawah di pavilion jalan kaki (karena dekat) untuk makan.

and minumnya tau apa? milo lagi dong pastinya T_T hahaha padahal indonesia juga ada, tapi hanya ketika di malay minum milo terus milo sekitar 15-20 an ribu (fotonya kehapus), makanannya aku lupa tpi itu kayak kita ambil sendiri lauknya, keknya sekitar 40-50 an ribu papaku yang bayar punyaku hehehe. disini jam 12 masih belum tidur, cmn hari kedua lebih mudah tidur daripada hari pertama, dipikiranku agak aneh tapi senang sambil melihat langit-langit hotel

Day 3:

ini hari terakhir di KL sebelum besoknya mau ke genting highlands, di pagi harinya setelah bangun dan mandi kami langsung pesan grab ke pasar yang dikenal dengan china town, lokasinya gak gitu jauh dari hotel kami. nah disana lumayan panas sih

Sewaktu tiba, kami langsung ke tempat makan dulu sih karena belum sarapan dan itu dah sekitar jam 9/10 an, disini saya makan mie pangsit, dan juga icip” pork ya kalau gak salah, intinya berbagi dengan orang tuaku, kalau untuk minuman, so pasti milo lagi. (0w0″). tapi jujur makanan di medan semua lebih enak. mungkin karena kebiasaan juga sih.

milonya 4-6 ringgit, makanannya ya 30-40 an ribu per porsi lah. habis itu ya kami keliling” di pasar itu, disini pertama kalinya aku beli sesuatu (aku suka hal yang sifatnya unik, lebih prefer barang karena bisa disimpan walau ujung ujungnya cuman kayak semak gitu di rumah tpi kenang” an lah hehe). ini tempat saya beli, 2 gantungan kunci karakter genshin (venti dan ganyu, dan juga dua blok puzzle) untuk harganya ya (3.5 x 2) + 6 + 5 = 18 Ringgit. fotonya kehapus, barangnya masih ada sih tapi malas bongkar

nah sisanya lebih lama di tunggu orang tua beli baju dan celana dan obat-obatan, dan masih ingat sempat di chat boss saya untuk cari file tapi bentar aja sih, karena di onedrive filenya. habis itu kami balik ke tempat pemberhentian grab tadi, lalu pesan grab lagi ke sungei wang, aku kira ini macam kayak taman, rupanya sebuah mall.

disini juga merupakan tempat paling banyak patung figurenya sih, sempat gacha karakter mini juga aku gacha yang 5 karakter cewek yang ada miku itu. tetanggaku juga gacha yang lain. sekali gacha itu 30 ringgit, 100 an ribu gitu la. dapatnya yg mini ya, gk ada di gambar disini

habis itu kami singgah untuk makan di dalam mall ini. disamping tempat gacha doang, mesin gahcanya yang paling kecil itu butuh 5 koin. nah di tempat makan kali ini gak pesan minuman lgi cmn minum air putih bawaan sendiri (termos gitu) baru untuk makan aku dan papa mamaku cmn kongsi 2 piring yg pasti satu itu kayak nasi + ayam katsu gitu, mirip-mirip di no 3 pada banner di kiri foto bawah (yang roasted chicken rice) satu lgi lupa makan apa.

habis dari situ kami jalan kaki aja, lewat tangga ntah mana, dan ternyata dekat hotel tempat aku nginap jadi langsung istirahat deh. kukira mau naik grab lagi, makanya heran pas disuruh balik ke hotel dulu, ternyata emang dekat doang.

nah habis itu lebih banyak istirahat, untuk malamnya kami ke alor street food lagi yang di malam hari pertama, habis itu saya dan tetangga saya ke KKV (karena satu jalan), tetanggaku beli sandal aku beli kertas untuk serap minyak di muka. buat kenang kenangan aja haha

bisa kalian lihat di atas, KKV nya sampe 4 lantai, dan untuk masuk aja ada satpam, banyak yang antri, pas awal kami masuk gaperlu antri sih cmn pas keluar antri mereka. bahkan sempat ada satu pengendara motor gak sengaja tabrak tangan org, iphonenya jatuh dan sampe retak kameranya, kasihan (nampak di kameranya ada goresan) bulenya kayak kesal kali tpi motornya dah jauh.

nah habis balik ke hotel istirahat bentar diajak ke lantai paling atas di hotel kami and viewnya cantik.

nah habis itu sisa tidur aja sih hehe, besoknya dah mau pindah hotel ke genting highlands.

Lanjut ke page ke Genting Highlands >>